Thursday, September 12, 2013

SMAN 1 MALINGPING

SMAN 1 MALINGPINGArip rustandi

WARGA SANGAT MEMERLUKAN JEMBATAN PERMANEN

Warga Desa cipeudang kecamatan wanasalam, sangat memerlukan jembatan permanen.
Jembatan yang menghubungkan antara Desa Cipedang, Desa Cisarap dan Desa Parungpanjang yang jaraknya kurang lebih 8 KM, Jembatan panjangnya 160 M, jembatan ini sangat diperlukan sekali karena daerah ini sangat berpotensi sekali menurut keterangan kades cipedang sukamaju.
Informasi dibangun pada bulan mei tahun 2013. Salah seorang tokoh kp. Sukamaju sudirman menjelasakan kepada wartawan IB, kami berharap kepada pemerintah agar jembatan ini segera di bangun dengan permanen agar kendaraan roda empat bisa masuk ke daerah kp. Sukamaju untuk mengangkut gabah padi dan beras, tegas Dirman.
                                                                               





                                                                                                                             ****SETIAWAN****
                                                                                                                                                                                      






LEBAK SELATAN BUTUH MOBIL PEMADAM KEBAKARAN

Sering terjadi maraknya kebakaran dari tahun ke tahun  yang terjadi di daerah Lebak Selatan yang banyak menelan korban jiwa,kebakaran tersebut diakibatkan dari sambungan arus pendek listrik dan meledaknya tabung Gas LPG 3 Kg  ataupun yang lainya,  maka dari itu masyarakat Lebak selatan sangat menginginkan adanya beberapa unit mobil pemadam kebakaran untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran di daerah Lebak selatan,salah seorang siswa SMAN 1 Malingping Idris Setiawan yang dikonfirmasi oleh Wartawan IB, menyatakan “Dari dulu hingga sekarang pengajuan mobil pemadam kebakaran belum sama sekali direalisasikan, toh kenapa mobil  inpentaris para pejabat saja banyak yang dikeluarkan oleh pemerintah demi semata-mata kepentingan pribadi sedangkan mobil pemdam kebakaran di Lebak selatan tidak ada satupun, yang hanya semata-mata demi keselamatan nyawa dan tempat tinggal masyarakat  bertindak tegas dan segera merealisasikan untuk menyadari akan pentingnya mobil pemadam kebakaran yang masyarakat butuhkan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. tegasnya    












PENAMBANGAN PASIR BESI CIKEUSIK BELUM LAKUKAN REKLAMASI


Salah satu daerah yang ada di Kabuapaten Pandeglang tepatnya di Desa Sukawaris Kecamatan Cikeusik, sangat berpotensi  terdapat kandungan pasir besi, kapasitasnya atau devositnya sangat banyak sekali, kandungan pasir besi terdapat di pemukiman warga di Kp. Sukarendah Desa Sukawaris Kecamatan Cikeusik Kabupaten Pandeglang, sudah banyak pengusaha penambang pasir besi yang melakukan penggalian dengan cara menggunakan mesin sedot atau mesin pompa, cara menggunakan mesin sedot atau mesin pompa, tidak sedikit tenaga kerja masyarakat setempat yang bekerja di penambangan pasir besi,
Menurut keterangan salah seorang warga, kami sangat khawatir melihat lubang-lubang di pinggir rumah atau diperkampungan halaman kami yang begitu dalam,  kami takut berbahaya dan dikhawatirkan pada saat musim hujan datang terjadi longsor, dan yang lebih dikhawatirkan lagi tiang listrik yang ada dipinggir jalan dekat pemukiman kami dekat galian pasir besi roboh, kata warga.
Kepala Dinas Pertambangan dan energi Kabupaten Pandeglang di hubungi melalui telepon genggamnya, menjelaskan, pengusaha penambang pasir besi di Sukawaris Cikeusik hanya empat (4) penambang yang memiliki ijin dan reklamasinya belum di lakukan karena dalam tahapannya pengerjaan penambangan tegas kepala distamben
Warga setempat mengharapkan kepada pengusaha segera melakukan reklamasi sebelum datangnya musim hujan karena dikhawatirkan membahayakan rumah kami takut roboh   Tegasnya
Kades Sukawaris menjelaskan kepada wartawan, ada di antaranya pengusaha penambang pasir besi yang meninggalkan lubang-lubang bekas galian pasir besi, yang tidak melakukan reklamasi, Siapakah yang bertanggung jawab untuk melakukan reklamasi, kami mohon kepada pihak instansi terkait, untuk segera melakukan teguran kepada pengusaha penambang pasir besi yang tidak melakukan reklamasi, tegas kades.






WARGA DESA PASIRSEDANG MINTA JALAN DIBANGUNKAN INSPRATRUKTUR JALAN

Jalan merupakan jalur akses penting yang sangat berpengaruh terhadap masyarakat baik terhadap aktifitas masyarakat maupun yang lainnya, jika inspraktutur jalanya rusak atau tidak memadai maka akan menghambat  perekonomian masyarakat, seperti halnya di Desa Pasirsedang Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang yang memiliki wilayah pertanian dan perkebunan yang sangat luas, wilayah Desa ini ada diperbatasan  wilayah Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, namun disayangkan Desa ini kurang mendapat perhatian lebih dari pemerintah, seakan-akan Desa yang tertinggal zaman, pasalnya inspratruktur jalanya masih menggunakan jalan perkebunan Kelapa sawit dan jalan dipinggir irigasi persawahan, Kepala Desa Pasirsedang H. Indra menjelaskan kepada wartawan IB “saya Kepala Desa bersama-sama tokoh masyarakat tidak ada henti-hentinya mengajukan kepada pemerintah agar desa kami untuk segera dibangunkan inspratrruktur jalan karena kami sangat kesulitan dalam beraktifitas sehari-hari, padahal desa kami sangat berpotensi yang sangat kaya akan SDA yang melimpah terutama areal perkebunan kelapa sawit. Di tempat yang sama warga masyarakat menjelaskan kepada IB waga berharap pemerintah segera membangunkan jalan di Desa kami, karena inspratruktur jalan suatu pembangunan untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat. Tegas warga










Sunday, July 7, 2013

Pantai Binuangeun



Asal mula pantai karang seke berawal dari adanya sepasang suami istri yang sudah tua umurnya dengan nama panggilannya aki seke dan nini seke. Mereka berdua menetap dikampug Tanjung panto, mereka mempunyai rumah gubug didekat pantai. Pada saat itu banyak pohon aren, pohon melinjo, pohon kelapa dan pohon sawo yang tumbuh disekitar Tanjung Panto. Aki seke dan nini seke ingin menanam jagung diladangnya, ternyata bibitnya tidak ada akhirnya nini seke meminta kepada aki seke untuk menanam batu karang dipantai.
“aki…, bagaimana kalau kita menanam batu karang saja dipantai, setuju ngga ..?” tanya nini seke dengan senyum manis….
Tiba – tiba aki seke terkejut….
“boleh saja ni.., karena bibit jagungnya tidak ada mendingan kita menanam batu karang saja dipantai” jawab aki seke dengan setuju…
Akhirnya kedua sepasang suami istri aki seke dan nini seke sepakat untuk menanam batu karang dipantai. Sehingga ladang mereka ditinggalkan beralih ke pantai untuk menanam batu karang.
“ni…., ayo bawa alat untuk menanam batu karangnya?” pinta aki seke dengan semangat…..
“ya.. aki ini juga mau diambil alatnya” jawab nini seke..
Setelah diambil alat untuk menanam batu karang langsung pergi kepantai. Mereka sudah sampai dipantai yang mereka tuju.
“ni,,, mana alat yang tadi nini bawa… aki sudah menemukan bibit batu karangnya untuk ditanam”
“ia aki… ini alatnya, ayo kita siap menanam batu karangnya” jawab nini seke dengan tersenyum…
Akhirnya bibit batu karang tersebut ditanam dengan baik. Tak lama kemudian batu karang yang ditanam aki seke dan nini seke tumbuh besar. Waktu terus berlalu, hari berganti minggu, bulan berganti tahun akhirnya aki seke dan nini seke pun meninggal dunia. Batu karang yang ditanam aki seke dan nini seke bagi penduduk setempat mempunyai khasiat bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Seperti penyakit kuning, penyakit liver, dan penyakit kulit syariatnya. Selain mempunyai khasiat batu karang yang ditanam aki seke dan nini seke menjadi sebuah nama pantai yaitu Pantai Karang Seke yang diambil dari legenda itu. Pantai Karang Karang Seke menjadi tempat pariwisata yang digemari oleh banyak orang bahkan dari luar kota juga datang berkunjung karena pemandangannya indah dan sejuk diselumuti oleh pohon kelapa. Setiap libur sekolah banyak orang yang mengunjungi Pantai Karang Seke. Pantai karang seke, pantai kebanggan warga masyarakat Desa Muara khsusunya kecamatan Wanasalam, karena pantai karang seke berada di daerah pantai selatan yaitu letaknya di Desa Muara, Kec. Wanasalam, kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Akhirnya mengenai cerita asal mula pantai karang seke selesai.
Cerita pantai karang seke ini sudah melegenda di masyarakat yang dikarang oleh seorang guru pengajar di SDN 1 Wanasalam Oleh Apit Ikhsan Maulana dan pernah di ikut lombakan di FL2SN tingkat Kabupaten Lebak pada tahun 2010 oleh siswanya.